Bagaimana Cara Menjadi Penulis Skenario Film?

Banyak profesi yang terlahir dari bakat menulis. Gak cuma jadi penulis novel, seseorang juga bisa menjadi wartawan, copy writer, ghost writer, bahkan penulis skenario. Nah, untuk yang terakhir ini mungkin bagi sebagian orang belum terbayang bagaimana caranya. Berikut tips jadi penulis skenario dari Retna Ginatri S. Noer dan Joko Anwar sebagai penulis skenario yang karyanya selalu dijagokan.

  • Belajar sendiri atau sekolah?

Joko Anwar sendiri mengaku bahwa dirinya mempelajari kepenulisan skenario secara autodidak, dan itu membuatnya kesulitan. Joko menyarankan jika berminat menjadi penulis skenario kita bisa belajar melalui workshop atau sekolah. Retna juga bercerita bahwa background pendidikannya yang bukan dari disiplin ilmu film secara khusus beberapa dapat berguna. Seperti mata kuliah investigasi, programming, dan ilmu komunikasi.

  • Riset, Wawancara, dan Observasi

Ketiga hal tersebut adalah skill dasar yang dibutuhkan seorang penulis skenario menurut Ginatri. Seorang sutradara tentu butuh riset untuk memulai dasar proses penulisannya. Agar lebih mudah dikembangkan menjadi adegan dan dapat membuat sebuah film terasa nyata dengan detail fakta di lapangan. Cerita fiksi pun butuh riset loh.

  • Jalur Profesi

Joko Anwar mengatakan melalu cuitannya tidak seperti di Hollywood yang mempunyai agen untuk penulis skenario dapat mendistribusikan karyanya ke berbagai production house, di Indonesia para penulis skenario haru menemukan jalannya sendiri. Ginatri berbagi untuk rajin ikut workshop skenario film yang diadakan production house. Biasanya karya terbaik bisa ditarik untuk mulai meniti karir awalnya di dunia perfilman.

Bisa juga dengan mengikuti berbagai festival film, dengan menjadi pemenang nama kita pun pasti otomatis dicari orang film untuk kerjasama. Intinya berkaryalah dulu dengan bakat dan hati.

photo source: unsplash