Slow Fashion Demi Bumi dan Buruh

Fast fashion merupakan industri yang dapat mengekploitasi Bumi juga manusia. Sebagai gerakan antitesis muncul istilah slow fashion. Apa itu?

  1. Istilah slow fashion dipopulerkan oleh Kate Fletcher profesor sustainabilitas, desain, fashion pada Centre for Sustainable Fashion, University of the Arts London.
  2. Slow fashion disebut juga sebagai sustainable fashion, prinsip produksi industri pakaian yang memikirkan berbagai aspek seperti dampak lingkungan dan sosial ekonomi.
  3. Industri slow fashion lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas.
  4. Daya tahan produk slow fashion diharap bisa membantu masalah sampah tekstil yang menjadi penyebab pencemaran lingkungan kedua terbesar setelah minyak.
  5. Slow fashion juga bisa dipraktekkan tidak hanya dengan membeli pakaian baru yang tahan lama, tapi juga dengan membeli pakaian bekas atau menyewa pakaian desainer.

Jika kita ingin ikut (sedikit) membantu buruh berupah rendah untuk keluar dari zona eksploitasinya, juga membantu Bumi kita agar tidak terus menerus tercemar limbah tekstil, maka pola pikir kita dalam membeli baju harus segera diubah. Membeli baju bukan untuk terlihat modis dengan selalu tampil dengan baju berbeda setiap waktu. Tapi membeli baju yang berkualitas dan dapat dipakai dalam jangka waktu lama. Karena apa pun yang kita kenakan harus bisa dipertanggung jawabkan.