5 Adegan yang Wajib Ada di SENIOR Movie! No. 4 Bikin Greget

Guys, ini penting banget secara Kokoh adalah penulis kesayangan kita semua, kita harus selamatkan karya-karyanya. Waktu tahu Senior mau diangkat ke layar lebar kalian jerit-jerit gak sih? Langsung kebayang adegan mana aja yang bakal ada di film. Ini dia nih, adegan yang wajib ada, gak boleh SKIP:

  • Adegan Baper

Kokoh emang paling bisa ya, bikin jantung pembaca berdetak abnormal! Salah satu adegan yang jadi momentum hubungan Aluna-Nakula, apalagi kalau bukan pas Nakula pertama kali pegang tangan Aluna. Pasti kebayang drakor yakan. Itu loh, yang ceweknya berdiri mau pergi eh, cowoknya dengan sigap meraih pergelangan tangan si cewek. HAP!


Aluna melangkahkan kakinya meninggalkan Nakula.
Namun, baru dua langkah kakinya berjalan, cowok itu
menahannya dengan memegang lengan gadis itu.
“Stay,” ucap Nakula singkat, pelan, dan nyaris tidak
terdengar. “Mulai sekarang, jangan pergi sendirian
lagi.”
“Eh?!” Aluna terbelalak kaget.
“Lu harus ada di samping gue sampai acara ini selesai.”
Jantung Aluna seperti terlepas dari tempatnya ketika
mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut dingin
Nakula. Aluna hanya bisa pasrah mengikuti ke mana
Nakula membawanya pergi.
  • Adegan Lamaran

Siapa ni yang masih inget, Nakula ngelamar Aluna? Hah? Emang Ada?  Namanya juga Nakula, si cowok dingin yang pelit ngomong tapi paling bisa bikin cewek meleleh. Dia pasti punya cara gak biasa setiap mengungkapkan perasaannya. Apalagi pas melemar Aluna …


“Nakula,” ujar Aluna.
“Hm?”
“Gue kasihan, deh, sama yang jadi istri lu nanti. Pasti
dia menderita banget punya suami yang sifatnya datar
bin labil kayak lu. Sebentar-sebentar kasar,
 sebentar-sebentar baik.”
“Kenapa emang?”
“Ya, enggak kenapa-kenapa. Penasaran aja. Pasti dia
harus ekstra-sabar hadapin sifat lu yang kayak gini.”
“Kenapa enggak lu aja yang jadi istri gue?”
“Gue?” Aluna nyaris tersedak mendengarnya.
“Iya. Kenapa enggak lu aja yang jadi istri gue? Kan,
lu udah tahu sifat gue, jadi gue enggak usah repot-repot
cari cewek yang ngerti gue.”
“Enak banget lu ngomong gitu! Belum jadi istri aja,
gue udah luka-luka begini. Gimana kalau gue jadi istri
lu? Bisa bunuh diri gue lama-lama!”
  • Adegan Sedih

Saking pinternya Kokoh menghidupkan karakter, kita pun jadi bisa berempati dengan apa yang mereka rasakan di buku. Nakula sedih pun kita auto ambil tisu, ngusap air mata yang berderai ini.


kalau lu bisa ngerasain yang Sadewa
rasain berarti Sadewa juga bisa ngerasain apa yang lu rasain.
Mungkin, alasan Sadewa belum sadar dari komanya
karena dia ngerasain perasaan lu saat ini. Dia ngerasain
kesepian lu, rasa bersalah lu, tertutupnya diri lu. Siapa
tahu dia takut untuk bangun karena harus menghadapi
itu semua.”
Nakula terdiam mendengar ucapan Aluna.
  • Adegan Salting

Nakula emang penuh kejutan, paling bisa bikin Aluna tergagap dengan celotehannya yang tampak spontan, tapi serius. Eh, apa bercanda sih? Greget!


“Nakula?” panggil Aluna kemudian.
“Hm?”
“Lu … pernah jatuh cinta enggak?”
Mata hijau Nakula perlahan bergerak menuju mata
cokelat Aluna. “Enggak tahu,” jawabnya datar.
Aluna menautkan kedua alisnya, “Kok, enggak
tahu?”“
Menurut lu?”
“Kan, itu lu yang rasain. Makanya gue tanya lu.”
“Kenapa tanya gitu?”
“Penasaran aja, sih,” jawab Aluna jujur, “cowok datar
kayak lu itu pernah jatuh cinta apa enggak.”
“Kenapa? Lu mau jadi cinta pertama gue?”
Deg.
“Bu … bukan gitu juga!” wajah Aluna memerah. “Maksud
gue ….” Namun, Aluna tidak tahu harus mengatakan
apa lagi. Jantungnya tidak bisa diajak kompromi.
Nakula yang ada di sampingnya diam-diam tersenyum
nakal sambil menatap Aluna. “Atau, lu jatuh cinta
sama gue?”
Deg.
  • Adegan Menggores

Tenang, bukan menggores luka lama kok. Menggores yang ini loh …


“Ngapain?”
Nakula tidak menjawab. Menggunakan kepingan batu
yang tajam, cowok itu tampak serius mengukir sebuah
tulisan. Aluna yang penasaran, memutar posisi duduknya
dan mendekat untuk melihat apa yang sedang Nakula
ukir. Disorotnya senter ke arah tulisan Nakula.
“Lu … na … ku … la,” eja Aluna seperti anak kecil
yang baru belajar membaca. “Lunakula?”
Nakula menoleh ke arah Aluna dengan tatapan datar,
“Enggak tahu?”
Aluna menggeleng.
“Ini nama kita.”
“Eh?” Aluna memundurkan kepalanya untuk membaca
dari jauh, seolah-olah itu akan membantu. “Nama
kita? Kenapa?”
“Enggak kenapa-kenapa,” jawab Nakula singkat.
“Buat kenang-kenangan aja.”

Wait, baru 5 adegan aja udah bikin dada kembang-kempis, apalagi nonton ratusan adegan! Persiapkan diri kalian nonton Senior Movie ya, jangan lupa bawa gandengan biar gemesnya barengan.