Fakta Body Shaming yang Harus Kamu Tahu

Sering becanda dan ngecengin bentuk tubuh di media sosial ternyata bisa berakibat fatal. Ya, perilaku body shaming di media sosial akan mendapatkan hukuman yang cukup berat.

Berdasarkan Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, hukuman yang menanti pidana maksimal empat tahun dan denda paling banyak sebesar Rp750 juta.

Sejatinya, perilaku body shaming juga sering terjadi tak hanya di media sosial saja. Kejadian ini juga bisa menimpa seorang yang terkenal bahkan pejabat publik sekalipun.

Guna lebih memahami, berikut enam fakta body shaming berdasarkan penelitian.

Kesalahan orang tua

Melansir hellogiggles, hasil survei menunjukan bahwa 62 persen wanita dan 30 persen pria mendapat perilaku body shaming dari ibu mereka. Tak cukup sampai disitu, lebih dari 40 persen wanita dan hampir 26 persen pria juga mendapat perlakuan serupa dari sang ayah.

Uniknya, nenek juga termasuk dalam list pelaku body shaming dalam survey sementara kakek tidak. Kebanyakan korban sering diejek karena memiliki tubuh terlalu besar, terlalu kecil, terlalu pendek, terlalu tinggi, dan lain sebagainya.

Pengalaman tidak memberi empati

Kamu akan berpikir bahwa semakin kita ditindas dan dipermalukan tentang tubuh kita, semakin besar kemungkinan kita untuk membela orang lain yang dipermalukan. Kenyataannya, sekitar 32 persen korban body shaming justru melakukan hal serupa ke orang lain. Duh, bersikap baik ya!

Terjadi pada pria dan wanita

Ternyata, body shaming tak hanya diderita oleh kaum Hawa saja melainkan para kaum adam. Berdasarkan survei, 93 persen wanita dan 83 persen pria dilaporkan pernah menjadi korban body shaming.

Pria dan wanita sama-sama melaporkan bahwa perut dan kaki mereka adalah bagian tubuh yang paling sering diejek.

Efeknya lebih lama bagi wanita

Meski pria dan wanita kerap menjadi korban, efek body shaming justru akan lebih lama diderita oleh wanita. Sebuah studi tahun 2016 menyebutkan bahwa saat pria dan wanita bertambah tua, wanita akan tetap akan mendapatkan body shaming sementara pria justru lebih percaya diri.

Hal ini dikarenakan wanita sering dikomentari terkait perubahan bentuk tubuh dari usia 14 hingga 84 tahun sementara pria dianggap “baik-baik saja” sepanjang hidup mereka.

Nah, apakah kamu masih sering melakukan body shaming dengan temanmu?

sumber: hellogiggles.com