Beli Buku Tapi Gak Dibaca? Kamu Berarti Seorang Tsukundo

Siapa diantara kamu, atau ada teman, yang sering membeli buku tetapi hanya disimpan saja di rak? Bahkan plastiknya tidak dibuka sama sekali.

Hayooo, siapa ngaku!?

Bagi seseorang yang seperti itu–membeli buku banyak tapi tidak membacanya–dalam budaa Jepang disebut Tsundoku.

Kamu harus tahu ya, berdasarkan laman Open Culture, istilah Tsundoku itu awalnya merupakan umpatan “tsunde-oku” (menumpuk dan mininggal dan “dokusho” (membaca buku). Lama kelamaan, kata “oku” berganti menjadi “doku”, yang berarti membaca.

Meski demikian, kata Tsundoku tidak menimbulkan stigma negatif pada masyarakat Jepang.

Nah, selain Tsundoku, ada juga istilah lain yang disebut Bibliomania. Kata ini diungkapkan pertama kali oleh blogger asal Inggris bernama Lorraine Berry.

Menurut Berry, sebenarnya mengumpulkan buku merupakan hal biasa yang dilakukan para gentlemen di Inggris. Hanya saja, seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini menjadi seperti sifat obsesif ingin mengumpulkan buku.

Menurut beberapa ahli dan orang yang mengalami Tsundoku, hal ini tidaklah buruk sama sekali. Namun, adakalanya tumpukan buku tersebut harus dibersihkan agar tidak menimbulkan penyakit buat kita.

Kalau pun setelah bertahun-tahun sudah menumpuk baknya gunung, kamu bisa menyumbangkan ke perpustakaan setempat atau komunitas yang ada.