Novel Haunted House: Konspirasi Bencana Tornado Belvidere 1967

Judul              : Haunted House

Penulis           : Faishal Digdoyo

Penerbit         : DAR! Mizan

Cetakan         : I, Oktober 2018

Tebal              : 152 halaman

ISBN              : 978-602-420-695-6

Peresensi       : Tri Jazilatul Khasanah

Membaca novel “Haunted House” ini memacu kita untuk mengungkap sebuah misteri yang sebenarnya. Awalnya kita seakan-akan dibawa pada sebuah cerita horor yang membuat jantung berdebar, namun di balik itu semua ada permasalahan yang cukup pelik.

Dikisahkan, berita kematian Kakek Lucas membuat Annora menemukan sebuah misteri di Belvidere—kota tempat tinggal kakek dan nenek Annora. Annora dan keluarganya baru mengunjungi pemakaman tepat setelah sepekan kematian kakeknya. Annora ditugaskan untuk menemani neneknya, Gran Lucinda, selama musim panas, sekaligus membujuk agar sang nenek mau tinggal bersama di Iowa. Jarak Iowa 255 mil dari Belvidere. Dari pusat Kota Belvidere, rumah Grand Lucinda sekitar 15 menit jarak tempuhnya. Rumah yang sedikit Queen Anne yang dipenuhi dengan tanaman-tanaman gantung.

Belvidere menjadi cerita bertemunya Annora dengan teman baru bernama Elliot Faulker—lelaki yang bertemu tak sengaja di supermarket saat hendak mencuri. Di balik pencuriannya, Elliot memiliki alasan tersembunyi yang membuat Annora penasaran. Pertemuan dengan Annora itulah yang mengubah kehidupan Elliot. Elliot yang menjadi korban bullying oleh si superior Timothee, kini ia telah mengabaikan segala perintahnya.

Selain pertemuannya dengan Elliot, Annora juga menemukan sebuah misteri tentang Kakek Lucas. Hal itu Annora rasakan ketika hendak mengambil barang-barang Kakek Lucas di ruang kerja Museum Belvidere.

Tepat ketika Annora akan mengeluarkan tumpukan majalah, terdengar suara teriakan bersahutan di luar sana. Beberapa detik berselang, dia menyadari ada kepanikan dalam suara itu. Annora berjalan cepat keluar ruangan. Annora menahan napas ketika melihat ruangan-ruangan museum kosong dan lengang. Atapnya tercerabut paksa. Kaca-kaca berhamburan. Tampak dari tempatnya berdiri, angin bergelung-gelung membentuk pusaran, kerangka bangunan, dan manusia. Ini tornado! (hal 47).

Grand Lucinda diam-diam mengamati cucunya, Annora, yang telihat sedang tidak baik-baik saja semenjak tinggal bersamanya. Dia sebenarnya penasaran, mungkinkah yang terjadi kepada Annora sama seperti yang dialaminya selama ini; ketika Lucas hidup. Sesuatu yang mereka simpan rapat untuk alasan yang tidak dipahami siapa pun (hal 57).

Annora kembali mencari jejak-jejak yang disembunyikan oleh Kakek Lucas di ruang kerjanya. Dia menyibak tumpukan kekacauan satu persatu di area pribadi dan matanya tertumbuk pada lembar-lembar jurnal dan buku-buku tebal. Ada banyak headline dalam huruf tebal. Dan semuanya mengarah pada satu benang merah: “Tornado di Sekitar Museum Belvidere Tahun 1967”.

Annora akhirnya memutuskan untuk mencari tentang sejarah Belvidere. Ketika langkahnya sudah jauh meninggalkan Webster Street, di persimpangan State Street Utara, ia menemukan perpustakaan umum “Ida Public Library”. Annora hanya ingin mencari informasi mengenai sejarah Belvidere, tornado Belvidere, dan bencana Belvidere 1967. Di sana ia bertemu dengan Elliot. Melalui cerita Elliot, Annora mulai tahu tentang rahasia di balik peristiwa tornado yang menghantam Museum Belvidere.

Ada banyak teori mengenai tragedi saat itu. Salah satu yang paling terkenal yakni teori yang menyatakan jika tornado itu sengaja dibuat untuk merusak Museum Belvidere dan menutupi fakta bahwa nyaris semua isinya yang asli telah diselundupkan ke mafia barang-barang antik. Itulah kenapa ini disebut konspirasi. Walaupun, sampai sekarang tidak pernah ada penyelidikan lebih lanjut, apalagi bukti fisik. Pemerintah Belvidere seperti tidak ambil pusing dan cuma menganggap itu bencana normal (91).

Annora baru mengetahui bahwa Kakek Lucas adalah seorang ekolog yang diam-diam juga sedang meneliti sesuatu terkait peristiwa tornado di Belvidere. Petunjuk semakin jelas ketika melihat sebuah lukisan denah Picasso yang ada di kamar Grand Lucinda. Sialnya, Annora dan neneknya terancam serangan teror. Mereka baru menyadari bahwa selama ini sedang diawasi. Hal itu tergambar jelas ketika mereka mendadak disekap di rumah Grand Lucinda sendiri.

Novel fantasi karya Faishal Digdoyo ini cukup memukau. Menyisipkan sebuah pesan terkait hubungan keluarga, khususnya antara anak dan orangtua. Buku yang tak sekadar imajinatif, tetapi juga layak dibaca karena terdapat sisi edukatif yang dapat diambil hikmahnya. (*)