Novel Ghost Dormitory in Oslo: Anak Membutuhkan Kasih Sayang Orangtua

Judul Buku      : Ghost Dormitory in Oslo

Penulis            : Lisa Anggraeni Putri

Penerbit          : Dar! Mizan

Cetakan           : I, Juli 2018

Tebal               : 148 halaman

ISBN               : 978-602-420-627-7

            Seorang anak tentu sangat mendambakan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Kasih sayang di sini tidak melulu berupa materi saja. Namun juga dalam bentuk perhatian, kebersamaan, kehangatan serta keakraban yang terjalin dalam keseharian, dan lain sebagainya.

Kasih sayang adalah termasuk hak anak yang harus ditunaikan oleh setiap orangtua di mana pun berada. Jangan sampai kita, sebagai orangtua, mengabaikan hal tersebut. Dengan alasan sibuk bekerja, sampai-sampai tak sempat alias tak ada waktu luang untuk memperhatikan tumbuh kembang anak-anaknya di rumah yang sudah mulai beranjak remaja. Materi, memang penting dan sebuah keniscayaan dalam sebuah rumah tangga, tapi kasih sayang orangtua kepada anak-anak juga tak kalah penting dan tak boleh dipandang sebelah mata.

Kisah Risa, gadis remaja dalam buku ini mudah-mudahan dapat dijadikan sebagai pelajaran berharga bagi para orangtua di rumah, bahwa setiap anak mendambakan kasih sayang dari orangtuanya. Kasih sayang yang berupa perhatian dan kebersamaan dalam sebuah rumah yang hangat penuh kedamaian.

Dikisahkan, Risa adalah gadis remaja yang sedang merasa kesal saat mengetahui ayah dan ibunya akan pergi ke Korea untuk bekerja. Itu artinya, Risa akan hidup sendirian. Risa merasa ditelantarkan oleh ayah dan ibunya. Sebenarnya Risa memohon agar ikut saja bersama kedua orangtuanya ke Korea, tapi mereka melarangnya.

Kesedihan Risa semakin bertambah saat mengetahui orangtuanya menyuruh Risa agar pindah sekolah di Norwegia. Tepatnya di Ishavet Kostskole, sebuah sekolah asrama yang terletak di ibu kota Norwegia, Oslo. Risa merasa marah. Tapi ia tak mampu berbuat apa-apa. Ia hanya bisa pasrah dengan keputusan orangtuanya yang tak boleh dibantah, apalagi dibatalkan (halaman 13).

Bagi Risa, sebenarnya hidup dalam kesederhanaan tidak menjadi soal, asalkan masih bisa hidup bersama kedua orangtuanya setiap hari. Makan dan minum seadanya tak masalah. Sungguh, ia tak menyangka bila orangtuanya begitu menyukai kesibukan sampai melupakannya, lantas memutuskan untuk menelantarkannya di tanah asing (halaman 14).

Singkat cerita, akhirnya Risa pun berangkat ke Norwegia untuk melanjutkan sekolahnya di sana. Di asrama, Risa bertemu teman-teman baru yang sebenarnya cukup mengasyikkan. Di kamar nomor dua tersebut, Risa tinggal bersama tiga gadis bernama Victoria Solberg, Dina Svendsen, dan Live Lund. Belakangan, muncul teman baru lagi yang bernama Linea von Schmidt, gadis misterius dan paling aneh dibandingkan teman-teman Risa lainnya.

Asrama yang ditempati Risa dan teman-teman barunya itu benar-benar menyimpan sebuah misteri yang sulit diungkap. Terlebih, di asrama tersebut, Risa menempati kamar nomor dua. Sebuah kamar yang terbilang angker karena di sebelah jendela ada sebuah tempat misterius dan cukup menakutkan; sebuah sumur yang tampak begitu angker, sementara tak jauh di samping sumur tersebut tumbuh sebatang pohon birch (halaman 36).

  Menurut kabar yang beredar, konon setiap lima belas tahun sekali, sekolah berasrama Ishavet Kostskole tersebut harus menghadapi kutukan yang berulang. Selama itu pula, para guru harus menutupi kasus hilangnya siswa-siswi penghuni kamar nomor dua. Persoalan pun muncul saat salah satu teman Risa yang bernama Live Lund jatuh ke dalam sumur di sebelah kamarnya.

Dina, salah satu teman Risa, adalah orang yang melihat dengan jelas peristiwa jatuhnya Live Lund ke dalam sumur dari jendela. Namun, ia tak bisa berbuat apa-apa. Waktu itu, ia melihat wajah Live begitu datar dan bola mata putih total. Dina pun berasumsi kalau Live kerasukan sebelum akhirnya melompat ke dalam sumur tersebut (halaman 56).

Novel remaja genre horor ini, meski berkisah tentang seputar kehidupan remaja yang diwarnai kejadian penuh misteri, tapi setidaknya ada pesan yang bisa dipetik oleh pembaca. Salah satunya yakni tentang begitu pentingnya kasih sayang orangtua yang harus senantiasa diberikan kepada anak-anaknya.