Tahu Gak Asal Usul Nama Dago?

Pemberian nama daerah pasti punya sejarah dan asal muasalnya. Sudah tahu, dong ya?

Salah satunya adalah Dago yang menjadi kawasan yang sering dikunjungi di Kota Bandung.

Bagi kamu yang belum tahu nih, ternyata, sebutan Dago sebagai nama daerah berasal dari kata “dagoan” dalam bahasa Sunda.

Dalam bahasa Indonesia, kata itu artinya menunggu.

Mengutip kemdikbud.go.id, sekitar abad ke-18, para petani sering menggunakan jalan setapak dari Lembang, Coblong menuju pasar di kawasan pusat kota untuk menjual hasil pertaniannya.

Karena alasan keamanan, mereka selalu pergi bersama-sama.

Kondisi tersebut mengakibatkan para petani sering “silih dagoan” (saling menunggu) di sekitar jalan setapak yang saat ini menjadi jalan Dago.

Di masa penjajahan Belanda, tepatnya sekitar 1900-1914, pemerintah Hindia Belanda menjadikan kawasan itu sebagai kawasan pemukiman elit.

Pembangunan daerah Dago dimulai dengan mendirikan rumah Andre Van der brun pada 1905.

Bangunan itu masih berdiri hingga saat ini dan bersebelahan dengan Hotel Jayakarta.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah Hindia Belanda semakin giat melakukan pembangunan di kawasan Dago.

Salah satu yang terkenal hingga saat ini adalah Techniche Hoogeschool te Bandoeng (ITB) dan SMAK Dago.

Sudah tahu kan sekarang?