Enam Manfaat Membaca Buku Fiksi, Kamu Bisa Temukan Pahlawan, Lho!

Pernahkan kamu mendengar kalau membaca buku fiksi hanya membuang-buang waktu?

Jangan dengerkan mereka, deh. Sebab, banyak sekali manfaat yang kamu dapatkan ketika membaca buku fiksi. Apalagi untuk perkembangan diri kamu.

Di bawah ini, ada enam manfaat membaca buku fiksi yang bisa kamu dapatkan.

  1. Meningkatkan kreativitas

Buku fiksi memberi kamu ruang untuk menciptakan dunia tersendiri. Ibaratnya nih, buku fiksi bagaikan penunjuk arah dan kamu yang menciptakan jalannya. Dengan kreativitas yang luas, kamu pun akan menemukan ide-ide baru tanpa batas, lho.

  • Menemukan ‘pahlawan’

Ayo ngaku, siapa yang punya satu tokoh dalam buku fiksi yang kamu idamkan? Bahkan, rasanya ia telah menjadi pahlawan dalam hidupmu.

Fakta menunjukkan, cerita-cerita seperti itu membuat kamu ikut merasakan pengalaman tokohnya. Alhasil, si tokoh itu pun akan memberi kamu keberanian untuk menjadi ‘pahlawan’ juga.

  • Menunjukkan emosi yang sebenarnya

Dalam sebuah penelitian, membaca buku fiksi dapat meningkatkan nilai partisipan dalam tes yang mengukur persepsi sosial dan empati. Ketika membaca cerita, kita dibebaskan dari penilaian kelompok sehingga bisa menunjukkan emosi yang sebenarnya.

  • Menemukan diri sendiri

Membaca buku fiksi dapat ‘membebaskan’ kita dan menemukan diri sendiri. Ini bermanfaat untuk membantu menentukan prioritas dalam mencapai tujuan.

  • Meningkatkan fokus

Fokus adalah salah satu kunci kesuksesan dalam berinovasi. Untuk meningkatkan fokus, kita perlu berlatih. Dan ini bisa dimulai dari membaca. Buku fiksi sangatlah cocok untuk kamu pilih. Sebab, ceritanya mengarahkan kita ke berbagai arah.

Fiksi memiliki cabang ide, prosa, dan emosi. Selain meningkatkan fokus, produktivitas kamu tidak akan terpaku lagi oleh media sosial dan lainnya.

  • Memberikan kedamaian diri

Siapa yang suka merasa tenang ketika membaca fiksi? Tau gak, membaca buku selama enam menit bisa mengurangi tingkat stres hingga 68 persen, lho.

Bagian terbaiknya adalah, plot dalam cerita fiksi memungkinkan pikiran kita berkelana dan rileks.

Jadi, buku fiksi apa nih yang sudah kamu baca?