Kenapa Kita Sakit Hati?

Sakit hati pasti dialami setiap orang. Termasuk kamu, apakah pernah mengalaminya?

Ya, kebanyakan sakit hati dikaitkan dengan percintaan. Bagi kamu yang pernah merasakannya, apakah tubuh lainnya juga merasakan sakit?

Nah, ternyata sakit hati dan tubuh lainnya terjadi karena satu alasan. Menurut antropolog dari Rutgers University, Helen Fisher PhD, sakit tersebut dirasakan karena efek dari menurunnya hormon kesenangan (dopamin) pada otak, yang kemudian meningkatkan kesedihan mendalam.

Kamu harus tahu juga, ketika jatuh cinta, hormon dopamin semakin meningkat karena jatuh cinta memang menyenangkan, bukan? Makanya ketika cinta itu hilang, kamu akan terpuruk.

Hanya saja, selain dopamin, ada satu aktivitas di otak yang akan membuat seluruh tubuh kamu merasakan sakit ketika patah hati.

Aktivitas itu adalah anterior cingulate cortex (ACC) yang bekerja secara secara emosional dan kognitif.

Ketika kamu patah hati, fungsi emosional lah yang bekerja. Caranya, otak akan mengirim rasa sedih ke seluruh tubuh melalui saraf penerima rangsangan yang disebut opioid. Opioid akan mengubah perasaan sedih menjadi rasa tidak nyaman dan nyeri pada tubuh secara fisik.

Makanya, seseorang yang patah hati akan terlihat sangat buruk, tidak fokus, sering kelelahan, sakit-sakitan, dan lainnya.