Novel Fatamorgana: Gairah Passion di Masa Muda

Novel Fatamorgana: Gairah Passion di Masa Muda

Judul                            : Fatamorgana

Penulis                          : Prilly Latocunnisa

Editor                           : Fuad J. dan Rangga A.Z.

Penerbit                       : The PanasDalam Publishing

Tahun Terbit                : Pertama, September 2018

Jumlah Halaman          : 180 halaman

ISBN                           :  978-602-52576-0-5

 

Adalah Zalea Fiane yang biasa dipanggil Fia sejak SMA suka dengan dunia menulis, utamanya membuat puisi. Seringkali Fia, ketika mendapat momentum puitik langsung bengong, melamun dan dianggap lebay oleh teman-temannya. Karena memang suka puisi, Fia sih egepe saja.

Selain puisi, Fia juga suka membaca buku. Bahkan, Fia sangat suka dengan bau buku-buku. Menurutnya, bau apek kertas membuat hidupnya bergairah. Dia selalu menyempatkan ke perpustakaan kampus atau ke toko buku. Dia mengoleksi buku puisi, cerita pendek dan novel-novel romantis. Buku membuat Fia mengembara ke negeri jauh, buku juga membuat Fia lebih mensyukuri hidup dan menjadi lebih bijak.

Fia juga suka menonton film, sejak dia menjadi mahasiswa. Awalnya dia diajak nonton DVD di kosan teman-temannya. Kemudian menjadi candu dan sering nonton di bioskop dengan berbagai genre. Meski film produksi luar negeri bagus-bagus, namun film Indonesia tetap menjadi favorit Fia.

Karena kesukaannya pada puisi, buku dan film, Fia ingin menerbitkan buku puisi sendiri dan buat film sendiri. Kemudian Fia mendapatkan info tentang festival film pendek indie. Informasi ini menjadi  semacam angin segar bagi Fia. Awalnya dia diremehkan oleh teman-teman yang dia ajak menjadi crew produksi, tetapi setelah mereka membaca script yang Fia tulis, mereka pun jadi tertarik untuk membuat script tersebut menjadi produk audio visual (halaman 15).

Dalam proses pembuatannya tidak sederhana. Ada salah komunikasi, ada kekurangan aktor dan aktris dalam memainkan peran, dan berbagai macam hambatan lainnya. Hingga akhirnya film selesai. Ternyata, Fia juga tidak hanya selesai membuat scriptnya menjadi film, tetapi Fia juga dicintai oleh salah satu aktor utamanya yaitu Fatamorgana (halaman 87).

Mungkin banyak yang tidak menyangka bahwa cerita ini adalah karangan Prilly. Bagi yang membaca juga ada yang bertanya-tanya, apakah ini kisah nyata Prilly. Sebelumnya Prilly sudah pernah menerbitkan puisi-puisinya menjadi buku. Tidak hanya terbit, ternyata bukunya menjadi best seller dan akan difilmkan.

Novel ini ditulis dengan bahasa sederhana, renyah dan anak muda banget. Saya rasa, selain akting dan menyanyi, dengan diterbitkan karya tulisnya, Prilly akan semakin disukai oleh penggemarnya. Beberapa puisi Prilly dalam buku sebelumnya, pun masuk dalam novel ini, sebagai prolog di beberapa bab. Ternyata Prilly piawai juga dalam menulis, dia multitalenta.

Tidak hanya tentang cerita remaja, novel Prilly juga berbicara tentang passion dan bagaimana memperjuangkannya. Selamat membaca!

 

Peresensi: Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SD Plus Al-Ishlah Bondowoso

No comments yet. Be the first one to leave a thought.
Leave a comment

Leave a Comment