Novel Athlas: Kisah Cinta dan Persahabatan Sejati

Novel Athlas: Kisah Cinta dan Persahabatan Sejati

Novel Athlas yang telah dibaca oleh 20 juta lebih di wattpad ini merupakan trilogi dari novel berjudul Senior yang mengurai kisah manis tentang cinta dan persahabatan sejati. Cinta yang dimaksud di sini tentu memiliki makna yang sangat luas. Tak melulu cinta dengan lawan jenis saja. Tapi juga rasa cinta yang terjalin antara keluarga; ayah, ibu, anak, nenek, sepupu, dan lain sebagainya.

Dikisahkan, sebuah keluarga yang sedari awal selalu berusaha menjaga keharmonisan dan memecahkan setiap persoalan yang muncul dengan bijaksana dan penuh kesabaran. Nakula adalah sosok laki-laki tampan berkarakter keras, kaku, pendiam, tapi sebenarnya sangat penyayang terhadap istri dan anak-anaknya. Sementara Aluna, istrinya yang berwajah cantik, memiliki karakter yang ramah, lembut, supel, dan mampu memberikan warna tersendiri bagi kehidupan Nakula. Keduanya merupakan pasangan serasi dan ideal, meski beda karkter, tapi bisa saling melengkapi satu sama lain.

Nakula dan Aluna memiliki tiga anak kembar bernama Athlas, Athilla, dan Athalan. Ketika mereka bertiga tumbuh menjadi anak-anak remaja, watak masing-masing pun terlihat sangat kontras. Athilla seolah menuruni watak sang ibu yang ekspresif. Athalan pendiam dan kaku seperti sang ayah. Sementara Athlas merasa dirinya sangat berbeda dari kedua saudara kembarnya.

Athlas tumbuh menjadi remaja yang bandel dan jahil, tapi sebenarnya dia memiliki sifat penyayang dan setia kawan yang tinggi. Sayangnya, ia merasa dirinya tak sepintar kedua saudaranya. Dalam beberapa mata pelajaran, Athlas memang merasa sangat sulit memahaminya. Sementara dalam pelajaran bahasa asing, dia begitu mudah menguasainya.

Athlas merasa dirinya diperlakukan secara berbeda oleh ayah daripada Athilla dan Athalan. Kepada kedua saudara kembarnya, ayah bisa bersikap lembut dan tak terlalu melarang ini itu. Sementara khusus kepada Athlas, ayah begitu keras dan banyak peraturan. Kelak di kemudian hari, Athlas baru menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh ayah merupakan bentuk rasa kasih dan sayangnya yang begitu besar kepadanya. Jadi, ayah sama sekali tak ada niat membedakan perlakukan terhadap ketiga anaknya.

Di sekolah, Athlas memiliki beberapa sahabat yang baik. Di antara sahabat Athlas adalah Vella dan Toufan. Vella merupakan sahabat sejak Athlas masih kecil. Mereka bertetangga dekat. Bedanya, kalau Athlas memiliki orangtua yang lengkap, sementara Vella tak mengenal ayah kandungnya sejak kecil. Entah, apa alasan ayah begitu tega meninggalkan ibu dan Vella.

Kebersamaan Vella dan Athlas hingga remaja lantas menimbulkan benih-benih rasa cinta di hati Vella. Namun Vella sadar bahwa rasa cintanya pada Athlas bertepuk sebelah tangan. Sebab Vella tahu gadis yang dicintai Athlas adalah Laudia.

Tentu sangat sakit rasanya ketika kita melihat orang yang kita cintai begitu mencintai orang lain. Ketika kita memendam rasa, tetapi orang itu tidak kunjung menyadarinya. Saat kita bisa di dekatnya, tetapi tidak banyak yang bisa kita lakukan. Dan bodohnya, kita masih saja mengharapkannya, meskipun kita sadar hal itu tidak mungkin terjadi (hal 78).

Sialnya, Vella tak mampu menghindari Athlas karena mereka tetangga dekat dan satu kelas. Terlebih selama ini Athlas anaknya sangat jahil dan suka bercanda dengannya. Alih-alih menghindari agar rasa yang bersemayam di hati tak tumbuh subur, orangtua Athlas malah meminta tolong kepada Vella yang dikenal pintar, agar datang ke rumah untuk membantu Athlas memahami mata pelajaran yang tak dikuasainya.

Kisah Athlas bersama keluarga dan sahabatnya masih panjang, penuh liku, dan begitu rumit. Sederet persoalan pelik mewarnai kehidupannya. Misalnya, saat ia diusir dari rumah oleh ayah akibat membolos sekolah dan pulang larut malam, saat Laudia kepergok selingkuh sama Toufan, kemarahan Athlas pada Vella atas kesalahpahaman yang perlu diluruskan, ditambah lagi ketika ayah Athlas mengalami perampokan usai pulang kerja, dan lain sebagainya.

Namun, apa pun persoalan yang muncul, pada akhirnya semua dapat diselesaikan dengan baik dan berakhir manis. Semua karena didasari kekuatan cinta dari keluarga, saudara, dan para sahabat terbaiknya.

 

Resensi oleh: Sam Edy Yuswanto

No comments yet. Be the first one to leave a thought.
Leave a comment

Leave a Comment