Fantasteen Lurkers: Berbuat Baik Terhadap Sesama

Fantasteen Lurkers: Berbuat Baik Terhadap Sesama

Agama Islam mengajarkan kepada kita agar senantiasa berbuat baik terhadap sesama manusia dan semua makhluk hidup ciptaan-Nya. Berbuat baik tentu sangat beragam bentuknya. Misalnya selalu bersikap ramah terhadap para tetangga, sanak kerabat, saling bertegur sapa ketika bertemu di tengah jalan, dan lain sebagainya.

Menolong tetangga atau teman yang sedang kesusahan juga termasuk ke dalam contoh perbuatan baik yang semestinya selalu kita upayakan di dalam kehidupan bermasyarakat. Saat ada teman yang sedang membutuhkan uluran pertolongan, tanpa dia meminta tolong pun, semestinya kita sudah berinisiatif untuk segera memberikan bantuan pertolongan kepadanya.

Sebagaimana yang dilakukan oleh pemuda bernama Jordan dalam novel ini Fantasteen Lurkers yang selalu berusaha membantu temannya di sekolah yang diperlakukan semena-mena oleh murid yang hobi membully temannya. Adalah Samuel, pemuda berkebutuhan khusus yang beberapa kali mengalami gangguan atau perundungan oleh Brandon, murid yang masih satu sekolah dengannya.

Sebagai teman yang baik, Jordan tentu merasa sangat merasa peduli dengan kondisi Samuel yang selalu dijadikan bahan permainan oleh Brandon dan anak buahnya. Terlebih, Samuel masih sepupunya Jerome, salah satu sahabat Jordan. Jordan terpaksa berkelahi dengan Brandon karena merasa tidak tahan ketika melihat Samuel disiksa oleh Brandon.

Apa yang dilakukan Brandon pada Samuel memang sudah kelewatan. Bagaimana tidak? Samuel dipukuli oleh Brandon bersama anak buahnya (yang terkenal nakal dan berandalan) setelah sebelumnya kepala Samuel ditenggelamkan ke lubang kloset di sekolah. Tentu saja Jordan sangat marah melihat ulah Brandon dan anak buahnya yang tak mencerminkan akhlak manusia itu. Ia ingin membuat perhitungan dengan Brandon. Dan, perkelahian pun tak terelakkan. Meski Jordan berhasil mengalahkan Brandon dan anak buahnya, tapi mukanya sempat mengalami babak belur dan harus mendapat perawatan dari rumah sakit (halaman 12).

Kepada kedua sahabatnya, Greg dan Jerome, Jordan pun menceritakan kejadian yang barusan menimpanya. Greg sempat kesal dan menyayangkan kenekatan Jordan melawan Brandon dan anak buahnya. Terus terang, Greg merasa sudah lelah menasihati sahabatnya yang keras kepala ini. Satu orang melawan beberapa orang tentu bukan pertandingan yang sepadan.

Suatu hari, saat sedang berjalan-jalan di sebuah hutan, Jordan menemukan bangunan tua berukuran kecil tapi terlihat nyaman untuk dijadikan sebagai markas. Bangunan tersebut letaknya cukup dekat dengan danau. Jordan berpikir untuk menyewa bangunan tersebut. Dia ingin menyulapnya menjadi tempat berkumpul yang mengasyikkan bersama sahabatnya.

Namun bangunan tersebut rupanya sudah dibuang oleh pemiliknya. Jadi, Jordan dan kedua sahabatnya merasa bebas menggunakan bangunan tersebut sebagai markas. Mereka bertiga lantas mengumpulkan barang-barang yang dibutuhkan dan merombak bangunan tersebut agar menjadi tempat yang nyaman. Di sanalah mereka berkumpul usai sekolah, bermain dan mendiskusikan sesuatu, bahkan mereka juga mengerjakan PR di sana (halaman 18).

Beragam kejadian suka dan duka pun melingkupi kisah persahabatan mereka. Misalnya, ketika Bibi Maggie (ibu kandungnya Samuel) menitipkan Samuel bersama Cooper (nama anjing piaraannya) kepada Jordan dan kedua sahabatnya. Ketika mereka berempat usai bermain di danau, Cooper, anjing piaraan milik Samuel tiba-tiba menghilang. Setelah dicari ke sana kemari ternyata anjing yang sudah jinak tersebut ditemukan tewas mengenaskan. Entah siapa yang telah tega membunuh binatang tersebut (halaman 27).

Jordan bersama para sahabatnya pun berusaha mengungkap kasus kematian Cooper yang penuh misteri. Ketika persoalan tersebut belum kunjung terpecahkan, muncul sederet persoalan lain. Di antaranya, ketika Jerome nyaris tenggelam di danau, ditemukannya bangkai tikus secara mendadak di markas mereka, dan lain sebagainya.

Kisah dalam novel remaja ini penuh dengan ketegangan dan meninggalkan beberapa pesan penting kepada pembaca. Di antara pesan tersebut adalah tentang pentingnya berbuat baik terhadap sesama; menolong teman yang benar-benar membutuhkan pertolongan kita.

No comments yet. Be the first one to leave a thought.
Leave a comment

Leave a Comment