LOMBA MENCINTAI TANAH AIR DALAM FESTIVAL LITERASI SEKOLAH 2018

LOMBA MENCINTAI TANAH AIR DALAM FESTIVAL LITERASI SEKOLAH 2018

Mizan bersama dengan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Festival Literasi Sekolah (FLS) 2018. Sebelumnya, FLS disebut sebagai Akademi Remaja Kreatif Indonesia (ARKI).

ARKI pertama kali dicetuskan oleh Mizan pada tahun 2015. Mulanya, ARKI dibuat untuk ajang literasi berkelanjutan bagi alumni-alumni KPCI yang sudah lulus SD. KPCI sendiri adalah Konferensi Penulis Cilik Indonesia yang merupakan kerjasama antara Mizan dengan Kemendikbud untuk para siswa Sekolah Dasar. Berawal dari situlah, akhirnya Mizan bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud menggelar FLS.

Tahun 2018 merupakan keempat kalinya FLS diselenggarakan. Kegiatan ini berlangsung sejak Jumat (26/10) hingga Rabu (31/10/2018) di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 100 finalis tingkat SMA/MA/Homeschooling se-Indonesia turut berpartisipasi di bidang Cipta Komik, Cipta Cerita Pendek (Cerpen), dan Cipta Syair.

“Menginjak tahun keempat penyelenggaraan ARKI yang sekarang bernama FLS, minat siswa untuk mengikuti program ini semakin tinggi. Terlihat dengan terus bertambahnya siswa yang mengirim karyanya ke panitia FLS 2018 yakni tidak kurang dari 1,200 karya baik cerpen, syair dan komik,” ujar Hamzah Revi, Penanggungjawab Program FLS sekaligus Markom Pastelbook (Mizan Grup).

Tema besar yang diusung pada ajang ini adalah “Cinta Tanah Air”. Di sini, para finalis diajak mencintai Indonesia dengan caranya masing-masing. Selain mengambil tema umum, FLS juga telah memilih tema khusus pada tiap kategori lomba. Lomba Cipta Cerpen mengusung tema “Aku dan Indonesiaku”, Lomba Cipta Syair mengusung tema “Menjejak Bumi Menghayati Kehidupan”, dan pada Cipta Komik mengusung tema “Kalau Aku Jadi Superhero Indonesia”.

“Semakin lama kualitas karya di babak seleksi awal dan final jauh semakin bagus. Seperti penilaian di kategori lomba komik di tahun ini yang sangat tipis. Hal ini menunjukkan bahwa 100 finalis yang diundang ke Bogor tahun ini memang siswa-siswa terpilih,” tambah Revi.

Dirjen Hamid menjelaskan, FLS merupakan perayaan literasi yang mewadahi warga sekolah yaitu siswa, guru dan kepala sekolah, penggiat literasi, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), akademisi, penerbit, lembaga mitra, dan orang tua dalam sebuah forum bersama. Salah satu penerbit yang berkontribusi dalam kegiatan FLS ini yaitu penerbit Mizan.

Rangkaian acara FLS tidak hanya diisi kompetisi lomba saja namun juga peserta mendapat berbagai pembelajaran praktik baik literasi langsung dari para praktisi. Salah satunya Aura Kasih, artis peran dan penyanyi ini membagikan pengalaman proses kreatif menulis buku terbarunya berjudul “Renjana”. Bukunya yang berjudul “Renjana” ini akan diterbitkan oleh salah satu lini penerbitan Mizan, The Panas Dalam Publishing bulan desember nanti.

“Semoga tahun depan FLS masih dapat berjalan, dan kerjasama Direktorat Pembinaan SMA dengan Mizan semakin erat. Mizan dengan bangga terus mewadahi karya-karya kreator masa depan ini ke banyak platform di berbagai ajang, baik dalam dan luar negeri,” tutup Revi.

Untuk informasi terbaru mengenai FLS dapat dilihat pada akun instagram @arkimizan

 

artikel asli: mizan.com

No comments yet. Be the first one to leave a thought.
Leave a comment

Leave a Comment