Cara Keren Menghadapi Master Jail

Cara Keren Menghadapi Master Jail

Adakah temanmu yang jail di sekolah? Misalnya, diam-diam memasukkan kodok ke dalam tas orang, mengolesi handel pintu dengan lem, melemparkan buntut cicak, atau menarik rambut cewek dari belakang, dan segala macam kelakuan ajib lainnya.  Apakah kamu pernah jadi korban? Atau malah kejailannya ditujukan sama kamu seorang? Ooooh, itu so sweet atau bikin kamu pengin tendang dia ke asteroid?

Jail didefinisikan KBBI sebagai sifat suka mengganggu atau menggoda orang lain. Beda dengan jahil, yang berarti bodoh, kayak zaman jahiliyah. Kejailan kalau dilakukan sesekali dan tidak membahayakan, mungkin bisa diabaikan, atau malah jadi lelucon penyegar pertemanan.

Bagaimana dengan kejailan kronis? Artinya, saking seringnya si Fulan atau Fulanah berbuat jail, setiap kali ada gangguan, semua orang langsung yakin dia pelakunya. Oh ya, pelakunya bisa siapa saja, cowok atau cewek, berbagai usia. Walaupun dalam cerita-cerita, cowok remaja yang memang lagi lucu-lucunya sering jadi pelaku, dengan cewek sebagai objek penderita. Contohnya, Wynter Mahardika dari Write Me His Story yang dijuluki Master Jail.

Untungnya ganteng, begitu kata pembaca, kreatif pula. Kejailan Wynter jadi malah ngangenin.

Itu kan di buku. Bagaimana kalau di kehidupan nyata? Apakah kamu, para cewek bakal membiarkan dan siap memaafkan siapa pun yang jail atas nama kegantengan dan kreativitas? Kalau enggak ganteng, enggak kreatif, gimana?

Yuk, pelajari dulu situasinya dan simak cara keren untuk menghadapi jailer hidup di dekatmu.

Pertama, inventarisir kelakuan si jail. Sudah berapa lama dan kejailan kategori mana yang diperbuatnya:

  1. Lelucon yang tidak berbahaya. Mungkin sekadar ingin menyegarkan suasana, atau ingin dekat dengan yang digoda. Tapi ini juga relatif, tergantung sikon. Menempelkan kertas candaan di punggung bisa jadi enggak masalah buat kebanyakan orang, tapi bisa jadi serius kalau si korban sedang bad mood.
  2. Abusive. Mencakup kata-kata kasar, ledekan yang menyinggung perasaan dan merendahkan harga diri. Menyembunyikan pulpen atau sebelah sepatu juga bisa merugikan si korban jika dilakukan pada momen-momen penting, misalnya saat ujian.
  3. Berbahaya, jika kejailan sudah berisiko melukai korban. Seperti menarik kursi yang hendak diduduki, agar si korban jatuh. Risikonya adalah cedera tulang ekor yang dapat menyebabkan kerusakan saraf. Mengageti seseorang dengan sesuatu yang sangat ditakutinya juga dapat menyebabkan shock

 

Kedua, perkirakan alasan di balik kelakuannya. Bisa salah satu, atau semua ini:

  1. Kelebihan energi, tidak punya kegiatan penyaluran, bosan. Remaja punya energi turbo, sayang banget kalau enggak dimanfaatkan.
  2. Sedang menghadapi masalah pribadi, ingin melupakan dan cari hiburan.
  3. Butuh perhatian. Dampak kurang kasih sayang keluarga. Atau akibat kesepian, enggak punya teman dekat. Kelakuan negatif memang paling mudah mendapatkan perhatian.
  4. Naksir orang yang diganggunya. Nah loh. Saking penginnya berinteraksi sama gebetan tapi bingung dan grogi, ya godain saja deh. Begitu dia berpikirnya.
  5. Membenci si target, mungkin ada masalah yang sangat pribadi.

 

Ketiga, mari kita tangani si Jail. Kamu bisa menghadapinya meskipun dia cowok kayak Master Jail Wynter Mahardika, yang kegantengannya bikin klepek-klepek, yang mata birunya tajam mengintimidasi.  Caranya:

  1. Stay cool. Iya dong, kamu harus tetap tenang. Apalagi kalau si jail sepertinya cuma menyasar kamu seorang. Coba tanya diri kamu sendiri, apakah kamu mau jadi temannya? Kalau ya, pikirkan cara lebih positif untuk berinteraksi dengannya.
  2. Coba ajak dia bicara. Misalnya, “Hai, Thomas. Kenapa kamu suka tarik-tarik kucir rambutku? Aku kan jadi enggak konsen. Kalau kamu perlu apa-apa sama aku, bilang saja baik-baik.”

 

Kalau ada cowok yang usil dan caper sama kamu, tapi kamu enggak suka sama dia, kamu enggak perlu jutekin, katakan saja, “Berhenti dong ngejailin aku. Kita bisa berteman tanpa bikin bete, kan.”

  1. Buat cowok yang jailnya karena caper, paling ampuh kamu cuekin. Tunjukkan bahwa kelakuan tengilnya justru enggak menarik perhatianmu. Tapi sebaliknya, kalau dia sedang berkelakuan baik, pujilah dia. Gimanapun, yang ditunggu si jail adalah reaksi hebohmu, keberhasilan aksi dilihat dari seberapa keras jeritan, kemarahan, bahkan tangismu. Kalau kamu enggak memberinya kepuasan, dia akan berlalu. Iyalah, buat apa menakut-nakuti orang yang enggak takut, yang hanya memandangnya dengan cool, si jail pun mati gaya.
  2. Kalau diajak bicara enggak mempan, dicuekin enggak kapok, malah kelakuannya semakin enggak bisa ditoleransi, kamu harus melaporkannya kepada guru. Terutama jika ada sikap dan perbuatan yang menjurus perundungan.
  3. Jangan ikut menikmati kejailan yang ditujukan pada orang lain. Misalnya ikut menertawakan si korban. Ini akan mendorong si jail untuk berbuat lagi dan lagi.
  4. Jadilah teman yang baik dengan memperhatikan orang-orang terdekatmu. Banyak hal tidak disampaikan dengan kata-kata. Kamu bisa menangkap kesedihan meski temanmu tertawa. Dengarkan kalau ada yang curhat. Tapi jauhi bergosip atau ghibah. Dengan menjadi sahabat bagi teman-temanmu, kecenderungan jail akibat kesepian dan kurang perhatian bisa dikurangi.
  5. Ciptakan kegiatan kreatif di kelas. Contohnya, book club untuk berbagi buku bacaan dan berdiskusi. Ini akan menjadi penyaluran energi dan pikiran yang positif.
  6. Bersatulah menghadapi pem-bully. Pada akhirnya, teman yang membiarkan atau diam saja saat perundungan terjadi, jauh lebih buruk ketimbang si pelaku itu sendiri.
  7. Khusus untuk si jail ganteng kayak Wynter Mahardika, yang benci cewek karena satu alasan pribadi, kamu hanya perlu jadi dirimu sendiri. Jangan berlebihan bersikap, berpakaian, berdandan, berbicara, dan tertawa. Ketahuilah, cowok model Wynter, hanya bisa ditaklukkan dengan kecerdasan dan inner beauty. Kamu punya itu dan akan terlihat dengan sendirinya.

Demikian kiat-kiat yang menjadikanmu keren. Perbanyak membaca, membaca, dan membaca. Dengan membaca, kekerenanmu berlipat ganda. Percayalah.

 

Tulisan Oleh Ary Nilandari, penulis Write Me His Story

No comments yet. Be the first one to leave a thought.
Leave a comment

Leave a Comment