Ternyata, Jenis Musik Tradisional ini Diperkenalkan Kaum Penjajah

0
Ternyata, Jenis Musik Tradisional ini Diperkenalkan Kaum Penjajah

Keragaman budaya adalah kekayaan yang ada di bumi Indonesia. Banyaknya suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, memberikan warna keunikan tradisinya. Termasuk juga dalam seni musik, banyak music tradisional yang berasal dari kebudayaan daerah namun tak sedikit juga seni musik yang terpengaruh kebudayaan bangsa lain pada masa penjajahan. Berikut adalah beberapa jenis musik yang diperkenalkan penjajah kepada bangsa Indonesia

1.Tanjidor

Tanjidor adalah kesenian tradisional khas warga Betawi yang menggunakan  beberapa alat musik antara lain terompet, klarinet, trombone, piston, saxofon, drum, dan simbal. Musik ini mendapat pengaruh yang kuat dari musik-musik Eropa. Tanjidor lahir pada masa penjajahan Hindia Belanda. Kata “tanjidor” berasal dari bahasa Portugis yaitu “tangedor” yang berarti “alat-alat music berdawai”. Pada zaman sekarang, musik sering digunakan untuk mengantar pengantin atau dalam acara pawai daerah.

 

2.Keroncong

Keroncong berasal dari music Portugis yang dikenal sebagai fado yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa itu sejak abad ke-16 ke Nusantara tepatnya di Maluku. Alat-alat musik yang digunakan dalam music keroncong diantaranya seperti biola, ukulele, sertaselo dan perkusi. Seiring perkembangan zaman, music keroncong juga turut mengalami evolusi di tiap masanya. Periode keroncong bias terbagi atas empat masa yaitu masa keroncong tempo doeloe, abadi, modern dan millennium.

 

3.Musik Stambul

Musik stambul pada dasarnya adalah perkembangan dari music keroncong yang dibawa bangsa portugis ke Indonesia, bedanya adalah aliran music ini dipengaruhi dengan kebudayaan Turki. Musik stambul biasa digunakan sebagai iringan sebuah pentas sandiwara, dimana instrument musiknya mirip seperti keroncong. Dilansir dari reviewmusik.com salah satu kekhasan yang dimiliki musik stambul adalah dengan hanya permainan gitar secara instrumental tunggal (melodigitar). Website resmi portal resmi DKI Jakarta menjelaskan bahwa kesan melodius yang ditimbulkan pada pendengaran pribumi ialah stambul bersifat minor, karena arkodik yang mengawali susunan harmoni atau keseluruhan musik dan nyanyiannya didominasi pada skala minors atau terkecil. Sedangkan keroncong biasa adalah diaktonik tersbesar atau mayor.

Selain pengaruh terhadap kehidupan social, politik, ekonomi dan pemerintahan, ternyata penjajahan juga meninggalkan pengaruh kesenian juga. Salah satunya adalah pengaruh terhadap musik, seperti yang telah disebutkan di atas. Nah, dari jenis-jenis musik  diatas mana nih yang paling kamu suka guys?

[Oleh : Ilyas]

 

Sumber Gambar :

Ilustrasi via negerikuindonesia.com
Ilustrasi via yusmawardi.files.wordpress.com
Ilustrasi via reviewmusik.com

LEAVE A REPLY