Kok Gitu? Para Penjajah ini Justru Berjuang Demi Kemerdekaan Indonesia

0
Kok Gitu? Para Penjajah ini Justru Berjuang Demi Kemerdekaan Indonesia

Dalam sejarahnya, Indonesia telah dijajah oleh bangsa asing beratus-ratus tahun lamanya. Keadaan terjajah telah membuat suatu ikatan yang kuat bagi seluruh elemen masyarakatnya, berbagai tokoh daerah, suku, agama dan pemuda berbondong-bondong bersatu melawan penjajah demi mewujudkan Indonesia yang bebas dan merdeka

Menariknya, bukan hanya dari elemen masyarakat Indonesia saja perjuangan dilakukan. Nampaknya keadaan mengenaskan yang dialami oleh bangsa Indonesia telah membuat simpati beberapa orang dari kalangan penjajah itu sendiri. Hingga akhirnya mereka juga turut berjuang menghentikan penindasan atas bangsa Indonesia. Berikut beberapa kisah tokoh penjajah yang membantu memperjuangkan kemerdakaan Indonesia.

1.Ernest Douwes Dekker

Ilustrasi via upload.wikimedia.org

Douwes Dekker atau Dandirja Setiabudi dikenal sebagai salah satu dari Tiga Serangkai bersama dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat yang merupakan pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia adalah salah seorang peletak dasar nasionalisme Indonesia di awal abad ke-20, penulis yang kritis terhadap kebijakan pemerintah penjajahan Hindia Belanda, wartawan, aktivis politik, serta penggagas nama “Nusantara” sebagai nama untuk Hindia Belanda yang merdeka.

Meski lahir dari keluarga Belanda yang cukup disegani, namun sepanjang hidupnya ia berjuang atas nama Indonesia. Karena hal tersebut ia akhirnya harus dibuang ke Suriname oleh pemerintah Belanda karena dianggap sebagai pengkhianat dan mengganggu program penjajahan yang dilakukan oleh Belanda terhadap Indonesia.  Setelah perang dunia berakhir, ia kembali ke Indonesia dan sempat menjadi Menteri Negara dalam cabinet Syahrir III. Jasa Douwes Dekker dalam perintisan kemerdekaan diekspresikan dalam banyak hal, salah satunya di setiap kota besar dapat dijumpai jalan yang dinamakan menurut namanya: Setiabudi.

 

2.Eduard Douwes Dekker (Multatuli)


Ilustrasi via upload.wikimedia.org

Masih memiliki ikatan keluarga dengan Douwes Dekker/Setiabudi, ia dikenal dengan nama pena Multatuli, adalah penulis Belanda yang terkenal dengan bukunya Max Havelaar (1860). Perannya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia bukan secara langsung melalui pertempuran atau peperangan, melainkan secara tidak langsung melalui bukunya Max Havelar. Sebuah novel yang berisi kritik atas perlakuan buruk para penjajah terhadap orang-orang Indonesia. Penderitaan yang diceritakan dalam buku ini berhasil menggugah semangat para pejuang kemerdekaan, sehingga kemerdekaan menjadi cita-cita yang harus ditegakkan bagi bangsa Indonesia.

 

3.Baron van Hoevell

Ilustrasi via upload.wikimedia.org

Baron van Hoevell dikenal sebagai seorang pendeta yang juga Negarawan asal Belanda. Sebagai seorang yang mengilhami tulisan Multatuli, selama hidupnya ia banyak menentang system penjajahan Belanda atas Indonesia karena menyadari betapa keji dan mengenaskan kondisi bangsa Indonesia yang terjajah dan harus menjalankan kerja paksa. Ia menggunakan jabatan politiknya di parlemen untuk terus mengkritisi system Kolonial Belanda sehingga mendapat julukan sebagai “pemimpin oposisi kolonial”.

 

4.Johannes Cornelis Princen

Ilustrasi via upload.wikimedia.org

Dikenal juga dengan nama Poncke Prince, merupakan seorang Belanda yang diberikan penghargaan Bintang Gerilya pada tahun 1948 oleh Presiden Soekarno karena telah membantu Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan yang seutuhnya dari Belanda. Hal itu ia lakukan karena muak atas sikap Belanda yang terus mengusik dan bertindak brutal kepada Indonesia padahal saat itu Indonesia telah memproklamirkan kemerdakaannya. Hingga akhirnya ia meninggalkan Belanda dan bergabung dengan pihak Indonesia yakni Tentara Negara Indonesia (TNI) dan terlibat dalam beberapa pertempuran melawan Belanda.

 

5.Husni Thamrin

Ilustrasi via orangbetawi.com

Husni Tamrin merupakan seorang Pahlawan Indonesia yang memiliki darah keturunan Belanda. Tumbuh dalam lingkungan Betawi dan menyaksikan betapa tertindasnya hidup masyarakat Betawi oleh penjajahan Belanda membuat ia menjadi pemberontak Belanda. Ia pernah memimpin pemberontakan rakyat Betawi untuk melawan penindasan Belanda. Usaha mereka berhasil dan pada akhirnya  Muhammad Husni Thamrin diangkat sebagai wakil walikota Batavia dan terus memperjuangkan hak-hak pribumi hingga akhir hayatnya.

Mungkin hal ini menjadi salah satu penyebab eratnya hubungan Indonesia dan Belanda, sampai-sampai Indonesia disebut sebagai sister country-nya Belanda. Kedekatan hubungan dua negara ini juga menjadi inspirasi penulis buku Dilan, Pidi Baiq, dalam menggarap buku barunya yang akan berjudul Helen dan Sukanta. Kira-kira Sukanta serupa atau malah beda banget ya sama Dilan?

 

[ OLEH : ILYAS ]

LEAVE A REPLY