Bangunan Tua Peninggalan Belanda ini Dijadikan Hotel, Serem Gak Ya?

0
Bangunan Tua Peninggalan Belanda ini Dijadikan Hotel, Serem Gak Ya?

Rentangan tahun yang panjang untuk Belanda dalam menguasi wilayah Nusantara telah meninggalkan banyak warisan gedung-gedung dengan nuansa Eropa. Beberapa bangunan peninggalan Belanda yang masih kokoh tersebut disulap menjadi hotel. Kalau Sahabat Kreatif main ke daerah-daerah ini, boleh tuh coba menginap di hotel bernuansa Belanda ini. Lima hotel diantaranya adalah :

1.Hotel Salak The Heritage, Bogor

Sumber : KSMTour.com

Hotel Salak merupakan salah satu hotel berbintang empat di Bogor.  Sebagai hotel berbintang, fasilitas yang ditawarkan oleh Hotel Salak setelah direnovasi pada tahun 1998 ini cukup lengkap. Karena sudah mengalami pemugaran dan pemanbahan di sana-sini, tidak banyak orang yang menyadari bahwa bangunan ini telah berdiri sejak zaman Belanda.

Dari awal, bangunan ini memang merupakan hotel yang bernama Hotel Dibbets dibangun pada tahun 1856. Nama Dibbets sendiri berasal dari nama pengusaha yang memiliki relasi dekat dengan pejabat-pejabat Bogor. Dahulu, hotel ini berfungsi untuk menjamu tamu-tamu spesial istana dan kebun raya sehingga mereka dapat menikmati makanan khas kota Bogor.

 

2.Hotel Niagara, Malang

Sumber : travelingyuk.com

Hotel Niagara yang berlokasi di Lawang, Malang sampai sekarang terkenal dengan kisah-kisah mistisnya. Mulai dari suara tangisan wanita hingga penampakan hantu noni-noni Belanda. Hotel ini dibangun selama 15 tahun mulai dari 1903 sampai 1918 yang didesain oleh arsitektur Belanda bernama Fritz Joseph Pinedo. Awalnya, hotel ini digunakan untuk rumah singgah keluarga konglomerat Tionghoa dan sempat tidak terurus selama bertahun-tahun sebelum dijual kepada seorang pengusaha bernama Ong Kie Tja. Kemudian, direnovasi dan difungsikan menjadi hotel.

 

3.Hotel Hermitage, Jakarta

Sumber : www.iai-jakarta.org

Bangunan hotel Hermitage dibangun pada tahun 1923 dengan menggunakan style Art Deco. Bangunan ini pernah beberapa kali mengalami alih fungsi yang awalnya sebagai gedung pusat telekomunikasi Hindia Belanda, menjadi kantor Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, ruang kuliah untuk Universitas Bung Karno, sampai menjadi bangunan kosong yang tidak terawat. Bangunan ini kemudian resmi menjadi sebuah hotel pada tahun 2014 setelah diambil alih oleh The Hermitage dan direnovasi pada tahun 2008.

 

4.Hotel Sriwijaya, Jakarta

Sumber : booking.com

Pada awalnya, bangunan dari Hotel Sriwijaya merupakan restauran yang dibangun pada tahun 1863.  Kemudian, pada tahun 1872 bangunan tersebut diubah menjadi hotel dengan nama Hotel Cavadino yang diambil dari nama pemiliknya. Pada tahun 1940-an hotel ini kemudian berganti nama dan lebih dikenal sebagai Hotel Sriwijaya sampai sekarang. Harga kamar Hotel Sriwijaya tergolong cukup murah sebagai bangunan yang mengandung nilai sejarah yaitu mulai dari Rp 500.000-an saja.

 

5.Hotel Majapahit, Surabaya

Sumber : tripadvisor.com

Hotel Majapahit pernah menjadi saksi peristiwa bersejarah yang terkenal pada zaman kolonial Belanda. Peristiwa bersejarah tersebut antaralain peristiwa perobekan warna biru pada bendera Belanda yang dikibarkan oleh pasukan sekutu di Hotel Majapahit. Sebelum peristiwa sejarah tersebut terjadi, tindakan sekutu yang mengibarkan bendera Belanda, memprovokasi kemarahan warga Surabaya untuk datang berbondong-bondong di depan hotel dan meminta  W.V.Ch. Ploegman, pemimpin sekutu, untuk menurunkan bendera Belanda tersebut. Perundingan berjalan sangat alot bahkan Ploegman dan Sidik, salah satu seorang wakil warga Surabaya, terlibat perkelahian yang akhirnya menewaskan Ploegman, sementara Sidik akhirnya tertembak mati oleh pasukan Belanda karena membunuh Ploegman. Kejadian tersebut dituliskan di dinding Hotel Majapahit sebagai warisan sejarah.

 

Bangunan-bangunan ini tidak hanya berusia tua, tetapi juga memiliki warisan sejarah. Jadi sudah seharusnya dilestarikan dan dijaga apapun fungsinya. Gimana guys, yang paling mau kamu kunjungi bangunan yang mana, nih?

 

[ OLEH : BILQIS ]

LEAVE A REPLY