8 Langkah Penting Agar Cerita Horormu Makin Serem!!

8 Langkah Penting Agar Cerita Horormu Makin Serem!!

Hallo Sahabat Fantasteen, Mimin kembali membawakan info-info menarik seputar kepenulisan untuk kalian. Nah, tema kali ini akan kembali mengusut tentang seluk beluk cerita horor. Widih… jadi merinding yah. Tapi tenang, Mimin di sini tidak akan menakuti kalian kok. Di bahasan kali ini, kita akan membahas mengenai kenapa sih cerita yang kita bikin terasa biasa saja. Tidak ada seram-seramnya. Padahal kan, kebanyakan pembaca Fantasteen menyukai cerita horor. Alasannya, karena cerita-cerita horor itu memiliki daya tarik tersendiri loh guys. Pembaca akan penasaran dengan cerita horor kamu apabila kamu bisa mengeksekusinya dengan baik, meskipun itu akan membuat pembaca ketakutan. Nah, maka dari itu Mimin telah merangkum langkah-langkah agar cerita horormu makin syeereeeemmm… Cekidot!!.

1. Perbanyaklah Membaca Buku-Buku Horor

Image source : www.fastweb.com

Langkah pertama yang wajib kamu lakukan adalah membaca sebanyak-banyaknya buku-buku horor. Wuih kenapa, Min? Karena apabila kamu sudah memiliki banyak bacaan-bacaan horor, kamu akan lebih paham seperti apa sih model-model cerita horor itu. Jadi, kamu bisa memilih dan menentukan sendiri bagaimana karakter cerita horor yang ingin kamu sampaikan kepada pembaca. Tidak melulu berasal dari hantu yang gentayangan loh guys. Ada banyak hal yang bisa membuat pembaca itu merinding ketakutan yang asalnya bukan dari hantu. Makanya, agar itu terwujud dalam cerita kamu, koleksilah banyak buku-buku horor. Bagaimana ceritanya mau serem kalau kamu sendiri tidak mau membaca buku horor, kan? Hihihi…

2. Ingatlah Pengalaman Terburukmu dan Orang Lain

Image source : https://hype.idntimes.com

Cobalah kamu ingat pengalaman buruk paling berkesan yang pernah kamu alami seumur hidup, atau bisa juga kamu minta teman-temanmu untuk menceritakan kisah terburuk mereka sebagai bahan pertimbangan dalam cerita kamu nanti. Kisah horor yang dibumbui dengan pengalaman buruk yang nyata, akan lebih berefek pada pembaca karena mereka berpikir bahwa kejadian dalam cerita itu benar-benar terjadi. Misalnya, pengalaman saat kamu sendirian di dalam rumah ketika keluargamu pergi. Lalu kamu mendengar ada suara tak dikenal yang pelan memanggilmu dari ruang dapur. Hyyy…

3. Tulislah Hal-Hal yang Membuatmu Takut

Apa sih yang membuat kamu takut? Takut akan badut? Pembunuh yang kabur dari penjara? Hantu di bawah kolong kasur? Atau tikus mutan yang suka membunuh?

Image source : http://gemintang.com

Selami pikiranmu dan wujudkan perasaan apa saja yang menciptakan ketakutan terbesar kamu. Di sini, kamu boleh mengkhayal dan berandai-andai tentang sesuatu yang membuatmu merinding. Eksplorasikan dan tuangkan semua itu dalam catatan kecilmu agar nuansanya tidak akan hilang. Kalau Mimin nih membayangkan saat ke kamar mandi, lalu segerombolan kecoa terbang telah menunggu Mimin sambil mengatakan, “Hai, kami sudah menunggumu sejak tadi. Hehhe..” Hiiii… itu serem banget.

4. Ubahlah Situasi-Situasi yang Normal Menjadi Aneh dan Menakutkan

Untuk membangun rasa ketakutan pada pembaca, kalian juga bisa memasukkan unsur-unsur yang normal menjadi hal yang tidak normal atau bahkan mengerikan.

Image source : https://open.abc.net.au

Contohnya, masuk ke dalam lift untuk keluar dari sebuah bangunan atau gedung adalah hal yang wajar dan normal, bukan? Tapi coba bayangkan kamu berada di dalam lift dalam keadaan biasa-biasa saja pada awalnya, lalu tiba-tiba lampu nya berkedip-kedip dan kamu tidak menemukan pantulan dirimu di cermin lift. Jangan-jangan kamu dibawa oleh suatu makhluk ke dimensi lain.

5. Hindari Hal-Hal Klise

Dalam membangun nuansa seram pada cerita kamu, disarankan untuk mengurangi hal-hal klise yang sudah lazim diketahui oleh kebanyakan pembaca. Memang, cerita seperti horor ini memiliki banyak adegan-adegan yang klise, seperti badut gila yang menunggu di dalam lemari kamu, atau saat teleponmu tidak mau bekerja tiba-tiba. Juga, kurangi frasa-frasa umum yang sering digunakan dalam cerita horor seperti, “LARI!!”, “JANGAN PERNAH LIHAT KE BELAKANG.”.

Image source : http://www.genmuda.com

6. Berikan Penggambaran Situasi atau Suasana yang Mendetail

Pemberian situasi spesifik juga mempengaruhi tingkat kengerian yang dirasakan oleh pembaca. Semakin detail penggambarannya, semakin cerita itu memasuki pikiran pembaca dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya.

Image source : https://hype.idntimes.com

Misalnya, “ Lajuku terhenti ketika aku menemukan wanita berbaju merah itu berdiri diam beberapa meter di depanku. Tak bergerak. Tidak melakukan apapun, seolah patung. Pikiranku melayang-layang di lorong temaram yang lembab ini. Aku berjalan dengan penuh waspada mendekatinya. Dari tempat ini, aku bisa mendengar bunyi angin yang menggaung. Terasa aneh. Ketika aku hendak mengulurkan tangan untuk menepuk bahunya, aku kaget setengah mati. Kepala itu, kepala yang barusan saja menunduk tiba-tiba saja berputar 180 derajat melihatku. Dengan mataku, aku melihat jelas wajah sosok itu. Wajah rusak penuh dengki dengan mata merah yang menyala-nyala.”.

7. Berikan Teror Singkat, Tetapi Dalam Jumlah yang Banyak

Image source : https://merahputih.com

Ketakutan pembaca bisa terwujud dari banyaknya teror yang kamu suguhkan dalam ceritamu. Semakin banyak teror, maka ketakutan pembaca akan semakin menggebu-gebu. Penempatan teror harus juga berkesinambungan dengan adegan demi adegan dalam kisah kamu. Misal, pada seperempat bagian cerita, kamu menyuguhkan teror dalam level yang tidak terlalu ekstrem. Kemudian, menuju tengah cerita kamu kembali memberikan terror tapi level kengeriannya lebih tinggi dari yang awal. Begitu seterusnya hingga klimaks. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan adrenalin pembaca.

8. Buatlah Plot Twist atau Ending yang Mengejutkan Pembaca

Image source : http://ninjawoman.blogspot.co.id

Membuat sebuah plot twist sangatlah penting pada cerita horror. Ketika pembaca mulai bespeskulasi tentang ending cerita yang kamu buat, dan spekulasi tersebut memang begitu adanya, cerita akan menjadi kurang menarik karena pembaca sudah paham apa yang akan terjadi selanjutnya. Di sinilah peran author membalikkan pikiran dan menjatuhkan spekulasi tersebut. Cerita horor dengan ending yang twist akan terasa lebih menarik, daripada ending yang itu-itu saja. Misalnya, di akhir cerita tokoh utamanya selamat dengan bahagia. Bisa saja kamu membuat ending yang mengejutkan seperti ternyata semua adegan yang terjadi itu rupanya dirancang oleh tokoh utamanya sendiri. Itu akan membuat pembaca menjadi kaget dan terkesima, bahwa tokoh yang selama ini heroic atau protagonis ternyata adalah biang dari segala kekacauan yang terjadi.

Lagipula ini adalah cerita horor. Usahakan jangan selalu menciptakan ending yang bersifat happy ending karena itu sudah terlalu mainstream. Buatlah ending yang beda dan mengejutkan agar cerita kamu selalu teringat oleh pembaca.

No comments yet. Be the first one to leave a thought.
Leave a comment

Leave a Comment